Minggu, September 14, 2008

Objek-objek Wisata di Provinsi Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan adalah salah satu dari 33 provinsi di Indonesia dengan Banjarmasin sebagai Ibu Kota Provinsi. Banjarmasin dilalui banyak sungai kecil dan besar, sehingga dijuluki sebagai kota seribu sungai (thousand rivers city). Salah satu kegiatan paling menarik apabila mengunjungi kota ini adalah berjalan-jalan berkeliling kota melalui sungai-sungainya dengan menggunakan perahu motor tempel atau kelotok.

Apabila kita menyusuri sungai-sungai di kota Banjarmasin, maka kita akan menjumpai banyak kegiatan masyarakat yang berlangsung di sungai. Ada dermaga perahu dengan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum), ada warung-warung / toko /dan pasar yang menggunakan sungai sebagai sarana transportasinya. Barang dagangan didatangkan melalui sungai dan pembelinya pun ada yang datang dengan perahu untuk bertransaksi dengan penjual. Dan juga ada rumah yang dibangun dan mengapung di atas sungai yang disebut rumah lanting.

Sungai Martapura dengan pemandangan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin yang sangat indah dan menyusuri sungai Kuin dengan kehidupan masyarakat Banjar sehari-hari, juga dapat melewati Mesjid dan Komplek Makam Sultan Banjar (Sultan Suriansyah) dan kampung tradisional Banjar.

Hampir di setiap sudut perumahan kota terdapat mesjid atau mushola, sehingga kota Banjarmasin juga dijuluki kota dengan seribu mesjid. Julukan ini semakin menguatkan kenyataan bahwa masyarakatnya yang memang agamis.

Kemudian bila kita meneruskan perjalanan ke arah sungai besar, yakni sungai Barito, maka kita akan menemui kegiatan pasar terapung tradisional dan juga warung / toko terapung di atas lanting. Selain itu di tepi sungai Barito juga banyak ditemui industri plywood dan sawmill milik penduduk yang dalam bahasa daerah disebut wantilan, dan juga industri pembuatan perahu, jukung dan speedboad.

KOTA BANJARMASIN

1.Makam Pangeran Antasari (Wisata Ziarah)

Pangeran Antasari (1802-1862) adalah Pahlawan Nasional yang merupakan putera asli Banjar. Beliau adalah anak dari Pangeran Masohut (Mas'ud) bin Pangeran Amir bin Sultan Muhammad Aminullah dan ibunya Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Beliau adalah pejuang yang gigih melawan Belanda di pedalaman Kalimantan.

Makam beliau terletak di komplek pemakaman keluarga di Jalan Sei Jingah, Banjarmasin. (Lihat Peta – Geser navigasi ke Kanan).

2.Pasar Terapung di Muara Kuin (Wisata Air).

Pasar Terapung (Floating Market) adalah aktifitas jual beli masyarakat di atas sungai dimana mereka menjual barang dagangannya di atas perahu menunggu pembeli yang datang dengan menggunakan perahu juga. Jadi transaksi antara penjual dengan pembelinya berlangsung di atas perahu masing-masing.

Kegiatan di pasar ini mulai berlangsung pada pukul 05.00 Wita. Suasana semarak dan menarik karena dalam keremangan cahaya matahari pagi yang mulai muncul, masyarakat menggunakan lampu tembok / petromak untuk penerangan. Dan pasar mulai lengang setelah jam 10.00 Wita.

Di pasar ini pengunjung dapat merasakan langsung bertransaksi atau menikmati makanan khas Banjar (kue-kue atau makanan lainnya) sambil digoyang oleh ombak air sungai, dan juga senggolan perahu-perahu yang lewat dalam keramaia pasar tersebut. Apabila pembeli ingin membeli sesuatu bisa memanggil perahu si penjual yang kemudian mendekatkan perahunya ke arah si pembeli. Proses mengambil barang dagangan yang dibeli seperti kue-kue sangat unik yakni dengan cara ditusuk menggunakan alat khusus yang terbuat dari sebatang kayu kecil dengan paku diujungnya untuk menusuk kue tersebut.

Lokasi Pasar Terapung di Muara Kuin atau muara sungai Barito kurang lebih 30 menit perjalanan dari Kota Banjarmasin. (Lihat Peta – Posisi Kiri Atas).

3.Mesjid Raya Sabilal Muhtadin (Wisata Religi)

Mesjid Raya Sabilal Muhtadin adalah salah satu landmark kota Banjarmasin yang berada di jantung kota. Mesjid ini menempati areal seluas 10.36 hektar dengan menghadap sungai Martapura yang ramai dengan lalu lintas airnya.

Bangunan berarsitektur modern yang dikelilingi oleh 5 (lima) menara dan berlantai dua menjulang tinggi serta taman yang luas dan indah dan dapat menampung kurang lebih 15.000 jemaah. Lokasi mesjid ini dahulunya adalah bekas benteng Belanda yang bernama benteng Tatas, dibangun tahun 1756. Benteng itu dihancurkan dan selanjutnya pada tahun 1964 peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Sabilal Muhtadin pun dimulai dan selesai pada tahun 1980. (Lihat Peta – geser navigasi bawah dan kanan di tengah).

4.Masjid Sultan Suriansyah dan Makam Sultan Suriansyah (Wisata Ziarah)

Masjid Sultan Suriansyah adalah masjid tua dibangun pada masa Kerajaan Banjar Islam dan berdekatan dengan keraton Kerajaan Banjar, terletak di tepi sungai Kuin. Saat ini lingkungan kawasan ini menjadi kawasan wisata tradisional dan juga terdapat komplek makam raja, dan di sini juga terdapat makam Sultan Rahmatullah. (Lihat Peta – geser navigasi bawah dan kanan di tengah)

5.Rumah / Warung Terapung atau Lanting (Wisata Air)

Rumah kayu yang dibuat di atas balok batang kayu besar menjadi rumah / warung di atas rakit yang terapung di atas air. Banyak terdapat di sungai Barito dan sungai Martapura.

KABUPATEN BARITO KUALA

6.Pulau Kaget (Wisata Flora dan Fauna)


Pulau Kaget adalah sebuah pulau delta yang terletak di Kabupaten Barito Kuala dengan luas 85 ha ini terletak di muara sungai Barito, + 15 km dari kota Banjarmasin. Pulau ini merupakan cagar alam yang penghuninya adalah sejenis kera berhidung panjang dan berperut buncit yang disebut Bekantan. Satwa yang dijadikan maskot Kalimantan Selatan ini hidup liar dan sangat pemalu, mudah dilihat pada waktu pagi atau sore. Perjalanan ke pulau Kaget dengan menggunakan klotok atau perahu bermotor, dari pusat kota Banjarmasin menuju pulau tersebut kira-kira ditempuh selama 2 jam dari pasar Terapung. (Lihat Peta – geser navigasi kanan ke tengah).

7. Pulau Kembang (Wisata Flora & Fauna)


Suatu taman wisata seluas 60 hektare yang telah banyak dikunjungi para wisatawan terutama dari kota Banjarmasin. Hutan ini terletak di pulau Kembang di muara sungai Barito, Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Pulau ini dihuni oleh sejenis kera (monyet). Dengan menggunakan perahu bermotor / kelotok pulau ini dapat dicapai kira-kira 10 menit dari pasar terapung di Muara Kuin atau berjarak + 1,5 km dari Kota Banjarmasin. Biasanya bagi orang yang keturunan Cina suka bernazar ke pulau ini. (Lihat Peta – geser navigasi kanan ke bawah).

8.Jembatan Barito

Jembatan Barito dengan panjang + 1 km dengan desain seperti jembatan Golden Gade di San Fransisco, USA. Kawasan wisata ini telah dikembangkan dengan panorama alam dan keindahan dimana di bawahnya terdapat pulau Bakut dengan flora dan faunanya. Sambil menikmati indahnya pemandangan alam sungai Barito, wisatawan bisa melakukan kegiatan memancing di atas perahu di bawah jembatan tersebut.

Lokasi jembatan sekitar 45 menit waktu tempuh atau kira-kira 25 km dari kota Banjarmasin.

KOTA BANJARBARU

9.Pendulangan Intan Tradisional di desa Cempaka (Wisata Geologi)

Kawasan pendulangan intan tradisional yang diusahakan oleh masyarakat sebagai mata pencaharian turun-temurun selaku pendulang intan terdapat di Desa Pumpung, Kecamatan Martapura dengan jarak tempuh dari Kota Banjarmasin + 40 km.

Pendulang atau pencari intan biasanya berkelompok dan menggali lobang yang dalamnya sekitar sepuluh hingga dua belas meter, dengan menggunakan peralatan secara tradisional dan selalu bekerja keras untuk mengadu peruntungan / nasib.

Bahan galian biasanya dicuci dengan langgengan yang terbuat dari bahan kayun untuk mencari butiran intan dan kadang-kadang menemukan batu akik maupun pasir emas. Di kawasan ini pernah ditemukan intan yang cukup besar dan menggemparkan, yang oleh masyarakat intan tersebut diberi nama intan Trisakti dan Galuh Cempaka.

10. Museum Lambung Mangkurat (Wisata Budaya)

Di museum ini menyimpan berbagai jenis barang peninggalan sejarah dan budaya serta profile dari wajah Kalimantan Selatan dalam berbagai aspek kehidupan dan potensi alamnya. Koleksi museum ini terdiri dari peninggalan kesultanan Banjar, Situs Candi Agung, Candi Laras, perkakas dari batu, ukiran kayu ulin, perkakas pertanian dan Perabot rumah tangga serta alat musik tradisional dan lain-lain.

Museum ini diresmikan dan mulai difungsikan pada tanggal 10 Januari 1978 dan terletak di tengah kota Banjarbaru.

KABUPATEN BANJAR

11.Lembah Kahung (Wisata Tracking).

Objek wisata ini berada di Kecamatan Aranio, dengan jarak tempuh + 40 km dari kota Banjarmasin. (Lihat Peta – geser navigasi kanan ke tengah).

Dari Balangian menuju lokasi air terjun Kahung akan menemui tiga shelter atau persinggahan. Dan di shelter pertama wisatawan akan menikmati perjalanan di alam terbuka yang berbukit-bukit dengan tetumbuhan perdu dan ilalang di kanan kiri jalan. Selain itu juga akan menikmati mandi sepuasnya di pinggiran sungai yang bening atau menikmati matahari tenggelam dengan santai, serta melewati tanjakan jalan setapak, anak sungai kecil, aneka flora dan fauna sebelum sampai di air terjun yang sangat dingin.

12.Pasar Terapung Lok Baintan (Wisata Air).

Pasar terapung yang satu ini terletak di desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dimana para pedagangnya kebanyakan berasal dari Desa Pemakuan Sei Tapang, Lok Baintan dan dari Sei Tabuk sendiri. Kegiatan pasar dimulai selepas subuh hingga pukul 10.00 Wita. Situasi di sini lebih ramai dengan pedagang hasil alam, seperti sayur-mayur yang hijau sehingga menambah segar jiwa para pengunjung yang melihatnya.

13.Makam Datu Kalampayan (Wisata Ziarah)

Makam ulama agung dunia, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau lebih dikenal dengan sebutan Datu Kalampayan, merupakan destinasi wisata religius yang banyak dikunjungi orang. Bagi wisatawan yang ingin turut merasakan manisnya sentuhan wisata religi di relung hati, bisa dengan mengikuti pengajian bersama yang diikuti ribuan orang yang berlangsung di banyak tempat di Martapura seperti di Sekumpul, Keraton, Tunggul Irang dan lain-lain.

Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari terletak di desa Kalampayan Ulu, Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar dengan jarak tempuh sekita 60 km dari kota Banjarmasin, sedangkan dari kota Martapura – ibu kota Kabupaten Banjar – hanya kurang lebih 22 menit waktu perjalanan. Kitab / buku karangan beliau yang terkenal adalah Sabilal Muhtadin – sebuah kitab ilmu agama Islam – yang kemudian diabadikan sebagai nama masjid terbesar di Kalimantan Selatan (Lihat objek wisata no.3 di atas).

14.Komplek Pertokoan dan Penggosokan Intan (Wisata belanja).

Di Martapura wisatawan akan dimanjakan dengan ragam hias permata yang ditawarkan semua pertokoan permata yang berada di Komplek Pertokoan Pasar Bakti, Martapura Plaza dan Pertokoan Permata Cahaya Bumi Selamat dengan harga bervariasi dan bisa ditawar.

Anda pun bisa memesan permata dengan ukuran dan desain yang disukai di semua toko permata. Selain permata terdapat juga souvenir lainnya khas Kalimantan Selatan yang dijual di sana, seperti hasil kerajinan, senjata mandau khas Kalimantan, kain sasirangan dan lain-lain.

Anda juga bisa menyaksikan langsung proses penggosokan batu intan menjadi permata di unit penggosokan intan, baik moderen maupun tradisional mulai dari rumahan sampai yang besar seperti penggosokan intan milik Bank Indonesia di Jalan Jenderal A. Yani Martapura. Kota Martapura berjarak kurang lebih 40 km dari Banjarmasin.

KABUPATEN TAPIN

15.Goa Batu Hapu (Wisata tracking)

Tempat objek wisata petualangan goa, melihat indahnya stalatit dan stalagnit dengan jenis panorama alam yang sangat indah untuk dikunjungi wisatawan. Objek wisata ini terletak di Kecamatan Binuang, dapat ditempuh dengan jarak sekitar 95 km dari Banjarmasin. (Lihat Peta – geser navigasi kanan sedikit ke tengah dan navigasi bawah ke kanan).

KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

16. Loksado (Wisata tracking, rafting, alam / flora & fauna dan wisata budaya).

Loksado terletak di kaki pegunungan Meratus yang berudara sejuk di hulu sungai Amandit yang beraliran deras (riam) dengan air terjun Haratai dan lingkungan alam yang asli. Letaknya sekitar 38 km di sebelah Timur kota Kandangan, ibukota Kabupaten, untuk menuju Kecamatan Loksado dapat ditempuh dari kota Banjarmasin sekitar 171 km. Wilayah ini merupakan wilayah yang menjadi tempat tinggal masyarakat asli Bukit Pegunungan Meratus yang masih menganut kepercayaan animisme (Hindu Kaharingan). Mereka tinggal berkelompok di rumah panjang, rumah tradisional dengan dihuni banyak keluarga.

Wisata alam Loksado adalah perjalanan wisata menelusuri suasana alam pegunungan Meratus dengan keindahan hutan tropis yang terdiri dari beraneka ragam flora dan fauna di dalamnya. Derasnya aliran sungai Amandit yang jernih dan segar, air terjun Haratai yang indah, air panas alam dan danau Bangkau menambah lengkapnya keindahan alam Loksado.

Menyusuri sungai Amandit yang deras dengan menggunakan rakit bambu (Bamboo Rafting) menambah gairah semangat berpetualang di Loksado. Selain ari terjun Haratai terdapat juga air terjun Riam Anai dengan ketinggian yang lebih rendah dari air terjun Haratai dan terletak di desa Lok Lahung, sekitar 300 meter dari Balai Malaris.

Di hutan pegunungannya yang lebat terdapat fauna Burung Enggang (Rhinoceros Hornbill) yang dijadikan simbol kesakralan bagi masyarakat Dayak Meratus yang menganut kepercayaan Animisme Hindu Kaharingan.

Selain itu Loksado juga memiliki kehidupan budaya yang khas yakni adanya 37 Balai Adat. Masyarakat Dayak Bukit di pegunungan Meratus ini mengembangkan kebudayaan Huma dan religi Huma, dimana keyakinan tersebut diwujudkan dalam berbagai bentuk upacara adat, antara lain Bamula, Basambung Umang dan Bawanang Banih Halim atau Aruh Ganal.

Gunung Rurukuan merupakan salah satu gunung di gugusan pegunungan Meratus yang berada di wilayah adat Kadamangan Loksado. Puncak Rurukuan merupakan puncak tertinggi diantara rangkain punggung gunung yang dapat ditempuh denga berjalan kaki sejauh 3 jam perjalanan dari Balai Malaris.

Selain fauna Burung Enggang, di hutan Loksado terdapat juga Anggrek Meratus (Meratus Orchid) dan Tanaman Kantung Semar (Exotic Pitcher Plant).

(Lihat Peta)

KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

17.Sungai Pagat Batu Benawa



Objek wisata alam dengan air jernih dan jeram dengan air yang deras serta puncak Sari Gading yang dapat dicapai melalui goa dengan menaiki tebing-tebing terjal setinggi + 100 meter. Tempat ini merupakan objek wisata alam dengan panorama alam pegunungan yang terletak di daerah pegunungan dan sumber air panas di daerah Hantakan, Kecamatan Batu Benawa, kira-kira 6 km dari kota Barabai, Ibu Kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Dari kota Banjarmasin kira-kira 160 km. (Lihat Peta)

KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

18.Lomba Kerbau Rawa

Objek wisata margasatwa berupa kerbau yang diternakan oleh masyarakat sehari-hari, mencari makan di rawa-rawa dan pandai berenang. Pada petang hari kerbau ini kembali ke kandangnya yakni kandang yang terbuat dari kayu yang disusun di atas rawa-rawa. Populasi kerbau tersebut antara 5.000 s.d. 10.000 ekor.

Untuk mencapai objek wisata ini ditempuh jarak + 185 km dari kota Banjarmasin dengan transportasi kendaraan roda empat atau kelotok. Di sini kita dapat menyaksikan atraksi unik dan menarik yaitu lomba kerbau rawa yang dapat berenang sampai 1 km. Acara tersebut digelar pada bulan Agustus setiap tahunnya.

19.Situs Candi Agung

Objek wisata ini berada sekitar 160 km dari kota Banjarmasin. Candi Agung adalah situs peninggalan purbakala dari kerajaan Kahuripan yang didirikan sekitar abad 13 M terletak di kota Amuntai.

Candi ini cukup banyak dikunjungi wisatawan dan para peziarah yang umumnya datang dengan maksud bervariasi, disamping wisata budaya, sejarah juga wisata religius untuk menunaikan nazar, misalnya.

KABUPATEN TANAH LAUT

20.Pantai Batakan

Pantai Batakan terletak di sebelah Selatan wilayah di Kabupaten Tanah Laut Kecamatan Batakan sekitar 110 km dari Kota Banjarmasin. Panorama pantai dengan udara yang sejuk dan segar dengan ditumbuhi pohon pinus, tersedia tempat rekreasi pemancingan. Di kawasan ini juga terdapat gunung Timah sebagai wisata sejarah daerah bekas pertahanan penjajah Jepang. Di seberangnya terdapat pulau Datu karena di sana terdapat makam Datu Pulut yang dapat dijadikan sebagai wisata ziarah.

21.Pantai Takisung

Pantai Takisung merupakan objek wisata dengan panorama alam yang indah dan mempunyai daya tarik tersendiri, pasir putih, perahu-perahu nelayan dan pemandangan alam Batu Berjanggut yang sangat menarik, apalagi sambil minum air kelapa muda sambil memandang hempasan ombak laut di tepi pantai.

Pantai Takisung terletak sebelah Barat dari wilayah Kabupaten Tanah Laut, Kecamatan Takisung kira-kira 22 km dari Pelaihari, Ibu Kota Kabupaten Tanah Laut atau + 150 km dari Kota Banjarmasin.

KABUPATEN TANAH BUMBU

22.Goa Temu Luang

Lokasi objek wisata ini adalah di Kecamatan Batu Licin, di dalam goa terdapat sungai dan dari Kota Banjarmasin sekitar 290 km. Goa ini terkenal sebagai penghasil sarang burung walet.

23.Pantai Pagatan

Berjarak 124 km dari Kota Banjarmasin dengan pantai yang sangat landai dengan panorama yang indah, daerah ini merupakan daerah nelayan di Desa Pagatan. Di setiap bulan April saat bulan purnama diadakan upacara yang disebut Mappanretasi (Pesta Pantai) dimana para nelayan merayakan upacara ucapan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen ikan yang didapat. Prosesi upacara ini sangat unik dimana menampilkan penari dan pemusik tradisional. Setelah gadis-gadis membawa makanan persembahan berupa pisang, telur dan udang hitam dan diberi mantra-mantra, kemudian sesajian diberikan kepada orang-orang yang mengikuti upacara dan ada juga yang dilarung (dilarutkan) ke laut.

KABUPATEN KOTABARU

24.Pantai Gedambaan

Pantai Gedambaan terketak di Kabupaten Kotabaru dengan jarak + 290 dari kota Banjarmasin. Kotabaru adalah salah satu daerah terbesar, dimana sebagian daerahnya berada pada pulau yang bernama Pulau Laut, di Provinsi Kalimantan Selatan yang mempunyai pantai yang sangat indah dengan pasir putihnya.

25.Taman Bahari Teluk Tamiang

Teluk Tamiang yang berada jauh di sebelah Barat Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru dengan lautnya yang jernih, hijau dan biru oleh pancaran cahaya sinar matahari. Dari permukaan air tampak tembus pemandangan menakjubkan aneka ragam terumbu karang. Terumbu karang di Teluk Tamiang menghampar sekitar 1 km persegi dengan kedalaman bervariasi. Kabupaten Kotabaru memiliki banyak terumbu karang, namun yang paling bagus adalah yang terdapat di Teluk Tamiang.

1 komentar:

Kamal Ansyari mengatakan...

Tolong jaga dan lestarikan alam hutan Loksado dari penambang-penambang yang hanya menginginkan uang dan harta tanpa memikirkan kerusakan hutan nantinya.
Hutan ini adalah warisan untuk anak cucu kita di masa depan.